3. Batu Hajar Aswad. Seluruh umat Islam sepakat, bahwa Hajar Aswad adalah batu yang paling mulia dari segala batu. Tapi tidak ada seorang pun dari para sahabat yang menganggap sakti, apalagi minta kesembuhan kepadanya. Oleh sebab itu Amirul Mukminin Umar bin Khatab Radhiyallahu anhu saat menciumnya di hadapan para kaum Muslimin, beliau berkata: 1. Ka’bah Dibangun Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Pertama, pembangunan Ka’bah dilakukan Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As. Hal ini sesuai dengan QS Al-Baqarah ayat 127 yang menyebut bahwa Nabi Ibrahim meninggikan fondasi Ka’bah. Kala itu, Nabi Ibrahim meninggikan bangunan Ka’bah hingga 7 hasta, dengan panjang 30 hasta, dan lebar 22 hasta. Hajar Aswad ditempatkan di sudut timur Kakbah oleh Nabi Muhammad dan tampak seperti batu hitam yang terfragmentasi. Jabal Al Nur Secara harfiah 'Gunung Cahaya', itu adalah tempat Nabi Muhammad menerima wahyu pertamanya dan karenanya merupakan tempat ibadah dan pengabdian yang dikunjungi oleh banyak peziarah. Paklik Marufin memulai dongengannya tentang Hajar Aswad atau Batu Hitam atau Black Stone dibawah ini, Dahulu Hajar Aswad berupa batuan utuh yang diperkirakan berukuran 30 cm. Kini merupakan 15 pecahan yang ditanam dalam sebuah matriks semen sebagai pengikatnya, yang dilakukan pada masa restorasi al-Utsmani tahun 1631. Bila benar, berarti Hajar Aswad adalah batu kaca atau batu apung. Pada 1980, Elsebeth Thomsen dari University of Copenhagen menawarkan hipotesis baru. Menurutnya, Hajar Aswad adalah fragmen kaca yang pecah akibat tumbukan meteor yang jatuh di Wabar, sebuah tempat di gurun Rub’ al Khali, 1000 km di timur Mekkah. Konon batu ini dahulu berwarna putih, namun karena dosa manusia berubah menjadi hitam. Adapun mencium Hajar Aswad merupakan sunah Nabi Muhammad Saw. Karena Rasulullah pernah menciumnya ketika tawaf di Ka’bah. Maqam Ibrahim. Maqam Ibrahim adalah yang mencakup batu lebar kecil yang terletak kurang lebuh 20 hasta di sebelah timur Ka’bah. .

hajar aswad batu meteor